h1

tips cara ampuh mengatasi jerawat dengan lidah buaya

April 1, 2010

Sekali lagi saya ingin menegaskan sebagaimana telah saya singgung di awal tulisan saya mengenai Tips kesehatan, bahwa kemanjuran maupun efek samping dari semua tips yang saya berikan bukan merupakan tanggung jawab saya Saya hanya ingin berbagai pengalaman dan jika itu membantu kawan-kawan yang membutuhkan saya sudah cukup puas. Jangan salahkan saya jika tips dan trik tentang obat atau Tips kesehatan tidaklah manjur atau mungkin malah membuat penyakit anda semakin parah.

Bagi ibu saya maupun saya, jerawat bukanlah hal yang asing. Tidak hanya jerawat, komedo maupun bintik-bintik yang mengganggu pemandangan muka pun tidak terlewatkan mampir di muka saya maupun ibu saya. Perbedaan antara ibu saya dan saya adalah jikalau ibu saya mampu dengan ketelatenan mengurus dan mengobati atau berusaha menghilangkan jerawat di muka, sedangkan saya lebih suka membiarkannya dan tidak ambil pusing. Ini mungkin karena saya seorang pria atau lelaki sedang ibu saya seorang wanita.

Tips Kesehatan mengatasi atau menghilangkan jerawat ini saya beri catatan sedikit yang berkaitan dengan parah tidaknya jerawat yang mampir di pipi anda. Jikalau anda mememiliki jerawat yang cukup banyak dan memiliki kulit yang sensitif dengan jerawat, saya merasa bahwa cara yang akan saya berikan ini tidaklah manjur bagi anda. Hal ini mengingat pengalaman ibu saya yang hanya memiliki jerawat yang sedikit.

Tanaman Lidah buaya tumbuh lumayan banyak di teras rumah kami sehingga untuk mendapatkannya bukanlah hal yang sulit. Hal ini mungkin sedikit berbeda dengan anda yang tidak menyukai tanam menanam di pekarangan rumah. Kita langsung saja. Apa yang dilakukan ibu saya untuk menghilangkan jerawat atau komedo? Inilah yang saya saksikan.

Ambil satu daun Lidah Buaya dan Potonglah menjadi beberapa bagian. Kemudian iris kulit luarnya sebagian sampai tampak daging dan lendirnya yang putih. Nah oleskan saja dibagian yang muncul jerawat. Jika anda cukup rajin melakukannya tiap pagi dan sore atau sebelum tidur, semoga jerawat anda bisa mengering dan hilang dalam 3 hari. Setidaknya inilah yang terjadi pada ibu saya. Sedang saya sendiri karena dasarnya malas dengan hal seperti ini, jerawat saya masih banyak dan saya biarkan tumbuh di pipi dan muka.

Seperti saya janjikan di komentar di postingan ini bahwa saya akan membuat blog tersendiri yang membahas segala problematika jerawat, walau masih dalam tahap kontruksi, saya perkenalkan blog Tentang Jerawat untuk yang care n peduli pada Jerawat dan anak cucunya:

Bicara Jerawat

Blog tersebut memberikan informasi tentang Penyebab Jerawat Utama maupun Penyebab Jerawat lainnya yang bisa berasal dari keturunan, makanan dll. Tersedia juga informasi mengenai Penanganan secara ilmiah cara Menghilangkan Jerawat, serta terdapat pula Penjelasan mengenai Bakteri Jerawat atau Propionibacterium Acnes, yang disebut sebut sebagai penyebab dari munculnya jerawat sampai terjadi peradangan di kulit.

Untuk sumbangsih artikel dan sejenisnya silahkan kirimkan ke alamat email saya di haqiqie at gmail dot com. Kalau pantas dan bermanfaat saya akan publish ke blog Bicara Jerawat. Telah ada satu penyumbang artikel bernama NEVIKA ADITYA , yang menyarankan untuk menggunakan Jeruk Nipis sebagai penghilang jerawat. Silahkan kunjungi untuk menengok barang sebentar.

Ringkasan:
Ambil satu daun Lidah buaya
Potong beberapa bagian
Kelupas Kulit luarnya
Oleskan dibagian yang muncul jerawat
Ulangi tiap pagi dan Sore
Semoga Bermanfaat

h1

pengertian artikel ilmiah populer

April 1, 2010

Pengertian Artikel Ilmiah Populer

Artikel mmerupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66), atau bisa juga sebuah karangan/prosa yang di muat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005:84).

Ada beberapa pengertian lain dari artikel:

Artikel merupakan karya tulis atau karangan, karangan non fiksi, karangan tak tentu panjangnya, karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur, sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dsb, wujud karangan berupa berita atau “kharkas” (Pranata 2002: 120)

Jenis-jenis berdasarkan dari siapa yang menulis dan fungsi atau kepentingannya (Tartono 2005: 85-86). Berdasarkan penulisnya, ada artikel redaksi dan artikel umum. Artikel redaksi ialah tulisan yang di garap oleh redaksi dibawah tema tertentu yang menjadi isi penerbit. Sedangkan artikel umum merupakan tulisan yang ditulis oleh umum. Sedangkan dari fungsinya atau kepentingannya, ada artikel khusus dan artikel sponsor. Artikel khusus adalah nama lain dari artikel redaksi. Sedangka artikel sponsor ialah artikel yang membahas atau memperkenalkan sesuatu.

Pada dasarnya, ada beberapa jenis model penulisan artikel. Model-model tersebut bisa di kelompokkan kepada tingkat kerumitannya. Model yang paling mudah ialah model penulisan populer. Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak “njelimet” atau rumit dan bersifat hiburan. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas (perhatikan, misalnya bahasa yang digunakan di majalah). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model ini mensyaratkan  objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi yang relevan,  dan  biasa yang di harapkan menjelaskan “ mengapa” atau “bagaimana” suatu perkara itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak (Soesono 1982 :2). Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensayaratkan bahasa yang baku,  ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model tersebut di kenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah, namun di sajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti (Soesono 1982:6 Creste 2005 : 171). Meskipun bersifat ilmiah (karena memakai metode ilmiah), bukan berarti tulisan yang di hasilkan di tujukan kalangan akode misi. Sebaliknya, artikel ilmiah populer di tujukan kepada para pembaca umum, dan kita perlu membedakan antara kosakata ilmiah dan populer. Kata-kata populer merupakan kata-kata yang akan di pakai dalam komunikasi sahari-hari, sedangkan kata-kata yang biasa di pakai oleh  kaum pelajar terutama dalam penulisan ilmiah, pertemuan-peretmuan resm, diskusi-diskusi khusus disebut kata-kata ilmiah (Kepaf 2004 : 105-106).

Langkah-langkah dalam menulis artikel:

  • Menguji gagasan

Prinsip paling dasar dari  melakukan kegiatan menulis adalah menentukan atau memasatikan topik atau gagasan apa yang hendak di bahas. Jika, sudah di tentukan gagasannya, kita bisa melakukan sejumlah pengujian.

(georgina dalam Pranata 2002:124;band nadeak 1989:44)

  • Pola penggarapan artikel

Ketika hendak menulis artikel, kita tidak hanya diperhadapkan pada satu kemungkinan. Soesono (1982:16-17) memaparkan setidaknya lima pola yang bisa di gunakan untuk menyajikan artikel tersebut. Pola pemecahannya antara lain:

  • Pola pemecahan topik :

 Pola ini untuk memcah  topik yang masih berada dalam lngkup pembicaraan yang menjadi subtopik / bagian yang lebih sempit ligkupnya kemudian di analisa.Pola dan pemecahannya : pola ini lebih da hulu mengemukakan masalah yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang diberi dengan jelas. Kemudian menganalisa pemecahan masalah yang di kemukakan.

  • Pola kronologi : pola ini menggambarkan topik yang menurut urut-urut dan peristiwa yang terjadi.
  • Pole pendapat : pola ini bisa di pakai jika penulis yang bersangkutan hendak mengemukakan pendapatnya sendiri tentang  topik yang di kerjakan.
  • Pola perbandingan : pola ini membandingkan dua aspek atau lebih dari suatu topik dan menunjukkan persamaan dan perbedaannya. Pola pembandingan paling sering di gunkan untuk menyusun tulisan.

Menulis bagian pendahuluan

Untuk bagian pendahuluan, ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan (Soesono 1982 : 42).  Dengan dari tujuh bentuk pendahuluan dapat menjadi alternatif untuk mengawali penulisan artikel.

  • Ringkasan

Pendahuluan yang berbentuk ringkasan mengemukakan isi tulisan secara garis besar

  • Pernyataan yang menonojol

Pertanyaan yang berisi tentang ketertarikan atau kekaguman agar bertujuan untuk membuat pembaca merasa tertarik

  • Pelukisan

Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk membuat pembaca ingin tahu / ikut membayangkan bersama penilisan apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel.

  • Anekdot

Pembukaan jenis ini menawan karena memberi selingan kepada non fiksi seolah-olah menjadi fiksi

  • Pertanyaan

Pendahuluan ini memberikan rangsangan keingintahuan sehingga dianggap pendahuluan yang bagus / baik.

  • Kutipan orang lain

Pendahuluan berupa kutipan seseorang dapat langsung menyentuh rasa si pembaca, sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel itu

  • Amanat langsung

Pendahuluan berbentuk amanat langsung kepada pembaca agar akan terasa lebih akrab karena seolah-olah tertuju kepada perorang-orangan.

Menulis bagian pembahasan atau  tubuh utama

Untuk ini di sarankan bagiannya di pecah menjadi beberapa bagian masing-masing di batasi dengan subjudul-subjudul. Selain memberi kesempatan agar pembaca beristirahat sejeak.  Subjudul itu juga bertugas sebagai  penyegar, pemberi semangat baca yang baru (Soesono 1982: 46). Oleh karena itu, ada baiknya subjudul tidak di tulis secara kaku.

Menutup artikel

Dalam sebuah artikel bagian yang menentukan adalah penutup. Bagian ini biasanya memuat simpulan dari isi tulisan secara keseluruhan,  bisa saja berupa saran, imbalan, ajakan dan sebagainya (Tartono 2005:88)

Pemeriksaan isi artikel

Ketika selesai menulis artikel, hal selanjutnya yang perlu kita lakukan ialah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Untuk memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan kita baik, kita harus rajin memeriksa tulisan kita. Untuk  memudahkan mengoreksikan artikel, beberapa pertanyaan dapat membantu kita dalam menjawab (Pranata 2002:129-130)

Untuk pembukaan, misalnya apakah kalimat pembuka bisa menarik pembaca? Dapatkah pembaca mulai mengerti ide yang kita tuangkan ? jika tulisan kita cenderung serius, adakah kata-kata yang tidak sepantasnya dikatakan?

Untuk isi / tubuh, apakah kalimat mendukung sudah benar-benar mendukung pembukaan ?  apakah masing-masing kalimat berhubungan dengan ide pokok ? dan lain lain.

Untuk kesimpulan, apakah mencangkup semua ide tulisan ? bagaimana sikap / tindakan kita terhadap kata-kata dalam kesimpulan yang di buat ?

Jika kita memberikan respon “tidak” untuk tiap pertanyaan, berarti kita perlu mengecek / merevisi ulang artikel dengan mengganti dan menulis bagian yang salah.

 

 

 

PENGERTIAN ARTIKEL ILMIAH

RESUME

Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah

Yang dibina oleh Sunarni S.Pd, M. Pd.

Wildan S.Pd, M. Pd

 

Disusun Oleh

Yuli Ernawati

208131411682

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Januari 2009

h1

kurikulum pendidikan

April 1, 2010

A. Pengertian Kurikulum

            Secara etimologis kurikulum  bersifat dari kata curere yang berarti lari cepat, tergesa-gesa. Currere dikata bendakan menjadi curriculum berarti perjalanan, peredaran, dan gerakan berkeliling lamanya. Pengertian umumnya kurikulum adalah suatu alat/jembatan untuk mencapai tujuan .secara tradisional menurut William.B.Ragan mengemukakan bahwa “Tradionally, the curriculum has meant the subject taught in school, or course of study”.

  1. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan

Definisi kerja kurikulum sekolah pada dasarnya merupakan suatu alat/usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai, maka harus meninjau tujuan yang selama ini digunakan oleh sekolah tersebut.

Tujuan pendidikan dapat dijabarkan dari tujuan tertinggi yaitu tujuan yang akan dicapai yang disebut tujuan pendidikan nasional sampai dengan tujuan terendah yaitu tujuan yang akan dicapai setslaj kegiatan belajar.

Tujuan pendidikan secara hirarkis:

  1. tujuan nasional
  2. tujuan institusioanal
  3. tujuan kurikuler
  4. tujuan instruksional

                Tujuan pendidikan tersebut harus dicapai secara bertingkat. Tingkatan paling bawah harus mendukung untuk tercapainya pendidikan tujuan nasional. Jadi, fungsi kurikulum disini adalah sebagai alat untukatau jembatan untuk mencapai tujuan.

  1.    Fungsi kurikulum bagi anak

Kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun ialah disiapkan untuk anak murid sebagai salah satu konsumsi pendidikan mereka. Dengan ini maka diharapkan mendapat hal baru yang kelak dapat dikembangkan bersama perkembangan anak guna melengkapi bekal hidup.

  1.    Fungsi kurikulum bagi guru

1. pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar

     anak didik   

2. pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan. 

  1. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan pembina sekolah
    1. sebagai pedoman dalam mengatur fungsi supervisi yaitu memperbaiki situasi belajar.
    2. sebagai seorang administrator maka kurikulum dapat dijadikan pedoman untuk memperbaiki kurikulum lebih lanjut.
    3. sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi kemajuan belajar mengajar.

 5.    Fungsi kurikulum bagi orangtua murid

            yaitu agar orangtua dapat turut serta membantu usaha sekolah dalam

melanjtukan putra putrinya dan ini dapat dilakukan melalui konsultasi

langsung dengan sekolah yang menyangkut anaknya.

6.   Fungsi bagi sekolah pada tingkatan diatasnya

ada 2 jenis fungsi yang dapat ditinjau:

  1. pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan

a .bila sebagian dari kurikulum sekolah tersebut telah diajarkan pada

     sekolah yang berada dibawahnya maka sekolah dapat meninjau

     kembali perlu atau tidaknya bagian tersebut diajarkan lagi.

b. bila kecakapan tertentu yang dibutuhkan dalam mempelajari

     kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah yang

     berada dibawahnya. Sekolah dapat mempertimbangkan untuk

     memasukkan program mengenai kecakapan kedalam kurikulum.

  1. penyiapan tenaga baru

       a. bila suatu sekolah berfungsi menyipakn tenaga guru bagi sekolah

            yang berada dibawahnya maka perlu sekolah itu mengetahui

            kurikulum yang ada dibawahnya.

         b. bila kurikulum SD telah diperkenalkan matematika modern maka

             tentunya pengajaran matematika di SLP hendaknya disesuaikan dengan pendekatan yang berlaku di SD.

        c. bila pengajaran IPA di SD menggunakan metode eksperimen, maka pelajaran mengenai cara pelaksanaan metode eksperimen hendaknya lebih diintensifkan di SLP.

         d. bila pelaksanaan kurikulum SD menggunakan sistem guru bidang study (pengajaran), program kurikulum SLP hendaknya diarahkan untuk mempersiapkan guru bidang studi dan bukan guru kelas.

  1. Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah

Dengan mengetahui suatu kurikulum masyarakat/pemakai lulusan dapat melakukan sekurang kurangnya 2 hal:yang membutuhkan

  1. ikut memberikan bantuan guna memperlancar pelaksanaan program

pendidikan yang membutuhkan kerjasama dengan pihak orangtua masyarakat.

  1. ikut memberikan kritik saran yang membangun dalam rangka

penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.

B. Komponen Kurikulum

            1. Komponen Tujuan

 tentang komponen ini kita akan mengenal tingkat tujuan yang satu dengan yang lain merupakan suatu kesatuan dalam mewujudkan cita-cita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia.  

  1. Jenis Tujuan yang terkandung dalam kurikulum sekolah, ada 2 yaitu
    1. tujuan yang ingin dicapai secara keseluruhan tiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai dan biasanya dalam bentuk pengetahuan,keterampilan,dan sikap. Tujuan ini disebut tujuan institusional ditetapkan bidang studi pengajaran yang akan diajarkan pada sekolah yang bersangkutan.
    2. Tujuan yang ingin dicapai tiap bidang study ini biasa disebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tuju8an instruksional yaitu tujuan penjabaran lebnh lanjut dari tujuan kurikuler. Inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang study pada suatu sekolah tertentu.

C. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG)

     meliputi;

  1. sarana personal yang terdiri dari:

1.1.  Guru

1.2.  tenaga edukatif yang tidak mengajar seperti konselor

1.3.  tenga teknis non edukatif misal: tenaga tata usaha

1.4.  tenaga khusus dan penasihat misal: kepala inspeksi

  1. sarana material yang terdiri dari

2.1. bahan instruksional

2.2. sarana fisik yang terdiri dari gedung sekolah,kantor,lab,lapangan,

      halaman sekolah, dan sebagainya

2.3. biaya operasional: tersediannya biaya dan dana untuk

      penyelenggaraan pendidikan.

  1. sarana kepemimpinan

memberi dukungan dan pengaman pelaksanaan serta memberi bimbingan pembinaan dan menyempurnakan program pendidikan.

  1. sarana administratif

4.1.  pedoman khusus bidang pengajaran

4.2.  pedoman penyusunan satuan pelajaran

4.3.  pedoman praktek keguruan

4.4.  pedoman bimbingan siswa

4.5.  pedoman administrasi dan supervisi

D. Peranan Kurikulum

            Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan para siswa. Kalau kita analisa sifat dari masyarakat dan jebudayaan maka kita akan menentukan paling tidak ada 3 jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting:

a)      peranan konservatif: salah satu tanggung jawab kurikulum adalah menstransmisikan dan mentafsirkan warisan sosial dengan dan generasi muda. Karena adanya peranan ini, maka sesungguhnya kurikulum itu berorientasi pada masa lampau dan peranan ini sanat mendasar tafsirnnya.

b)      Peranan kritis atau evaluatif: kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial dan menekankan pada unsur berpikir kritis. Dengan demikian, kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.

c)      Peranan kreatif: mencipta dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat guna membantu tiap individu dalam mengemabangkan semua potensi yang apaadanya.

Ketiga peranan tersebut berjalan seimbang, dalam arti terdapat keharmonisan diantara ketigannya dan membawa para siswa menuju kepada kebudayaan masa depan.

E. Fungsi Kurikulum

            Disamping kurikulum memiliki peranan juga memiliki atau mengemban berbagai fungsi. Alexander Inglis dalam bukunya “Principle of Secondary Education (1918).” menyatakan bahwa fungsi kurikulum adalah :

         1. fungsi penyesuaian: individu hidup dalam lingkungan. Setiap individu   

harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya secara menyeluruh. Oleh karena lingkungannya sendiri senantiasa berubah, bersifat dinamis, maka individu pun harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri secara dinamis pula, dan ini sesauai kondisi perorangan.

                2. fungsi integrasi: kurikulum berfungsi mendidik pribadi yang

                    terintigrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagian

                    integral dari masyarakat.

3. fungsi deferensiasi: kurikulum perlu memberikan layanan terhadap perbedaan perorangan dalam masyarakat, dan hal ini dapat membuat orang berpikir kritis dan kreatif.dan ini mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.

4. fungsi persiapan: kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar didalam masyarakat seanadainya dia tidak mungkin melanjutkan.

  1. fungsi pemilihan: anatara keperbedaan dengan pemilihan adalah dua

hal yang erat sekali hubungannya. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikannya kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkannya dan menarik minatnya. Kedua hal tersebut merupakan kebutuhan bagi masyarakat yang menganut sistem demokrasi. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut maka kurikulum perlu disusun secara luas berarti fleksibel atau luwes.

            6. fungsi diagnostik: salah satu segi pelayanan pendidikan ialah membantu 

mengarahkan para siswa agar mereka mampu dan mengarahkan para

siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga

dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini dapat

dilakukan apabila mereka dapat menyadari semua kelemahan dan

    kekuatan yang dimilikinya melalui eksplorasi dan pronosa, sehingga selanjutnya dia sendiri yang memperbaiki kelemahan itu dan mengembangkan sendiri kekuatan yang ada.

          Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan oleh kurikulum secara keseluruhan. Fungsi-fungsi itu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan para siswa sejalan dengan arah dari filsafat pendidikan dari tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan.

h1

Hello world!

April 1, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!