h1

kurikulum pendidikan

April 1, 2010

A. Pengertian Kurikulum

            Secara etimologis kurikulum  bersifat dari kata curere yang berarti lari cepat, tergesa-gesa. Currere dikata bendakan menjadi curriculum berarti perjalanan, peredaran, dan gerakan berkeliling lamanya. Pengertian umumnya kurikulum adalah suatu alat/jembatan untuk mencapai tujuan .secara tradisional menurut William.B.Ragan mengemukakan bahwa “Tradionally, the curriculum has meant the subject taught in school, or course of study”.

  1. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan

Definisi kerja kurikulum sekolah pada dasarnya merupakan suatu alat/usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai, maka harus meninjau tujuan yang selama ini digunakan oleh sekolah tersebut.

Tujuan pendidikan dapat dijabarkan dari tujuan tertinggi yaitu tujuan yang akan dicapai yang disebut tujuan pendidikan nasional sampai dengan tujuan terendah yaitu tujuan yang akan dicapai setslaj kegiatan belajar.

Tujuan pendidikan secara hirarkis:

  1. tujuan nasional
  2. tujuan institusioanal
  3. tujuan kurikuler
  4. tujuan instruksional

                Tujuan pendidikan tersebut harus dicapai secara bertingkat. Tingkatan paling bawah harus mendukung untuk tercapainya pendidikan tujuan nasional. Jadi, fungsi kurikulum disini adalah sebagai alat untukatau jembatan untuk mencapai tujuan.

  1.    Fungsi kurikulum bagi anak

Kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun ialah disiapkan untuk anak murid sebagai salah satu konsumsi pendidikan mereka. Dengan ini maka diharapkan mendapat hal baru yang kelak dapat dikembangkan bersama perkembangan anak guna melengkapi bekal hidup.

  1.    Fungsi kurikulum bagi guru

1. pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar

     anak didik   

2. pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan. 

  1. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan pembina sekolah
    1. sebagai pedoman dalam mengatur fungsi supervisi yaitu memperbaiki situasi belajar.
    2. sebagai seorang administrator maka kurikulum dapat dijadikan pedoman untuk memperbaiki kurikulum lebih lanjut.
    3. sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi kemajuan belajar mengajar.

 5.    Fungsi kurikulum bagi orangtua murid

            yaitu agar orangtua dapat turut serta membantu usaha sekolah dalam

melanjtukan putra putrinya dan ini dapat dilakukan melalui konsultasi

langsung dengan sekolah yang menyangkut anaknya.

6.   Fungsi bagi sekolah pada tingkatan diatasnya

ada 2 jenis fungsi yang dapat ditinjau:

  1. pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan

a .bila sebagian dari kurikulum sekolah tersebut telah diajarkan pada

     sekolah yang berada dibawahnya maka sekolah dapat meninjau

     kembali perlu atau tidaknya bagian tersebut diajarkan lagi.

b. bila kecakapan tertentu yang dibutuhkan dalam mempelajari

     kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah yang

     berada dibawahnya. Sekolah dapat mempertimbangkan untuk

     memasukkan program mengenai kecakapan kedalam kurikulum.

  1. penyiapan tenaga baru

       a. bila suatu sekolah berfungsi menyipakn tenaga guru bagi sekolah

            yang berada dibawahnya maka perlu sekolah itu mengetahui

            kurikulum yang ada dibawahnya.

         b. bila kurikulum SD telah diperkenalkan matematika modern maka

             tentunya pengajaran matematika di SLP hendaknya disesuaikan dengan pendekatan yang berlaku di SD.

        c. bila pengajaran IPA di SD menggunakan metode eksperimen, maka pelajaran mengenai cara pelaksanaan metode eksperimen hendaknya lebih diintensifkan di SLP.

         d. bila pelaksanaan kurikulum SD menggunakan sistem guru bidang study (pengajaran), program kurikulum SLP hendaknya diarahkan untuk mempersiapkan guru bidang studi dan bukan guru kelas.

  1. Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah

Dengan mengetahui suatu kurikulum masyarakat/pemakai lulusan dapat melakukan sekurang kurangnya 2 hal:yang membutuhkan

  1. ikut memberikan bantuan guna memperlancar pelaksanaan program

pendidikan yang membutuhkan kerjasama dengan pihak orangtua masyarakat.

  1. ikut memberikan kritik saran yang membangun dalam rangka

penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.

B. Komponen Kurikulum

            1. Komponen Tujuan

 tentang komponen ini kita akan mengenal tingkat tujuan yang satu dengan yang lain merupakan suatu kesatuan dalam mewujudkan cita-cita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia.  

  1. Jenis Tujuan yang terkandung dalam kurikulum sekolah, ada 2 yaitu
    1. tujuan yang ingin dicapai secara keseluruhan tiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai dan biasanya dalam bentuk pengetahuan,keterampilan,dan sikap. Tujuan ini disebut tujuan institusional ditetapkan bidang studi pengajaran yang akan diajarkan pada sekolah yang bersangkutan.
    2. Tujuan yang ingin dicapai tiap bidang study ini biasa disebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tuju8an instruksional yaitu tujuan penjabaran lebnh lanjut dari tujuan kurikuler. Inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang study pada suatu sekolah tertentu.

C. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG)

     meliputi;

  1. sarana personal yang terdiri dari:

1.1.  Guru

1.2.  tenaga edukatif yang tidak mengajar seperti konselor

1.3.  tenga teknis non edukatif misal: tenaga tata usaha

1.4.  tenaga khusus dan penasihat misal: kepala inspeksi

  1. sarana material yang terdiri dari

2.1. bahan instruksional

2.2. sarana fisik yang terdiri dari gedung sekolah,kantor,lab,lapangan,

      halaman sekolah, dan sebagainya

2.3. biaya operasional: tersediannya biaya dan dana untuk

      penyelenggaraan pendidikan.

  1. sarana kepemimpinan

memberi dukungan dan pengaman pelaksanaan serta memberi bimbingan pembinaan dan menyempurnakan program pendidikan.

  1. sarana administratif

4.1.  pedoman khusus bidang pengajaran

4.2.  pedoman penyusunan satuan pelajaran

4.3.  pedoman praktek keguruan

4.4.  pedoman bimbingan siswa

4.5.  pedoman administrasi dan supervisi

D. Peranan Kurikulum

            Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan para siswa. Kalau kita analisa sifat dari masyarakat dan jebudayaan maka kita akan menentukan paling tidak ada 3 jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting:

a)      peranan konservatif: salah satu tanggung jawab kurikulum adalah menstransmisikan dan mentafsirkan warisan sosial dengan dan generasi muda. Karena adanya peranan ini, maka sesungguhnya kurikulum itu berorientasi pada masa lampau dan peranan ini sanat mendasar tafsirnnya.

b)      Peranan kritis atau evaluatif: kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial dan menekankan pada unsur berpikir kritis. Dengan demikian, kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.

c)      Peranan kreatif: mencipta dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat guna membantu tiap individu dalam mengemabangkan semua potensi yang apaadanya.

Ketiga peranan tersebut berjalan seimbang, dalam arti terdapat keharmonisan diantara ketigannya dan membawa para siswa menuju kepada kebudayaan masa depan.

E. Fungsi Kurikulum

            Disamping kurikulum memiliki peranan juga memiliki atau mengemban berbagai fungsi. Alexander Inglis dalam bukunya “Principle of Secondary Education (1918).” menyatakan bahwa fungsi kurikulum adalah :

         1. fungsi penyesuaian: individu hidup dalam lingkungan. Setiap individu   

harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya secara menyeluruh. Oleh karena lingkungannya sendiri senantiasa berubah, bersifat dinamis, maka individu pun harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri secara dinamis pula, dan ini sesauai kondisi perorangan.

                2. fungsi integrasi: kurikulum berfungsi mendidik pribadi yang

                    terintigrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagian

                    integral dari masyarakat.

3. fungsi deferensiasi: kurikulum perlu memberikan layanan terhadap perbedaan perorangan dalam masyarakat, dan hal ini dapat membuat orang berpikir kritis dan kreatif.dan ini mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.

4. fungsi persiapan: kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar didalam masyarakat seanadainya dia tidak mungkin melanjutkan.

  1. fungsi pemilihan: anatara keperbedaan dengan pemilihan adalah dua

hal yang erat sekali hubungannya. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikannya kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkannya dan menarik minatnya. Kedua hal tersebut merupakan kebutuhan bagi masyarakat yang menganut sistem demokrasi. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut maka kurikulum perlu disusun secara luas berarti fleksibel atau luwes.

            6. fungsi diagnostik: salah satu segi pelayanan pendidikan ialah membantu 

mengarahkan para siswa agar mereka mampu dan mengarahkan para

siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga

dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini dapat

dilakukan apabila mereka dapat menyadari semua kelemahan dan

    kekuatan yang dimilikinya melalui eksplorasi dan pronosa, sehingga selanjutnya dia sendiri yang memperbaiki kelemahan itu dan mengembangkan sendiri kekuatan yang ada.

          Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan oleh kurikulum secara keseluruhan. Fungsi-fungsi itu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan para siswa sejalan dengan arah dari filsafat pendidikan dari tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: